Di tengah situasi ketika kerugian akibat pencurian sangat membebani profitabilitas jaringan ritel (NRF mencatat kenaikan 93% insiden pencurian di toko antara tahun 2019 dan 2023), penting untuk mengadopsi solusi keamanan yang sekaligus preventif, cerdas, dan prediktif. Selama bertahun-tahun, gerbang keamanan menjadi benteng utama terhadap keluarnya barang tanpa izin. Namun, menghadapi peningkatan pencurian di toko yang terus berlanjut, kecerdasan buatan membawa dimensi baru dalam pencegahan kerugian.


Gerbang keamanan: perlindungan yang reaktif namun terbatas

Gerbang keamanan (EAS) memiliki peran penting: gerbang ini mendeteksi barang yang belum dinonaktifkan atau yang dicuri saat keluar. Gerbang ini terlihat, mudah dipahami pelanggan, dan menjadi bentuk pencegahan yang efektif. Namun, efektivitasnya bergantung pada keberadaan label atau alat antipencurian yang dipasang dengan benar, dan gerbang ini hanya bekerja di akhir perjalanan belanja, setelah tindakan pencurian sudah terjadi.

Dengan kata lain, gerbang keamanan berguna tetapi baru bertindak sebagai upaya terakhir. Gerbang ini tidak dapat mendeteksi gestur berisiko sejak dini maupun mencegah kerugian di dalam toko. Selain itu, alarm palsu yang dihasilkan gerbang keamanan sering menyita perhatian tim, sehingga mengurangi kemampuan mereka untuk fokus pada ancaman yang nyata.


AI: deteksi proaktif gestur berisiko di dalam toko

Kecerdasan buatan, khususnya deteksi gestur berisiko berbantuan video, memungkinkan pendekatan yang sangat berbeda. Berkat algoritma analisis real-time, AI dapat mengidentifikasi gestur berisiko (seperti menyembunyikan barang, membuka kemasan, atau mengonsumsi produk di lorong rak) jauh sebelum pelanggan mencapai pintu keluar. Menurut Security Info Watch, 78% jaringan ritel sudah menggunakan AI untuk memicu peristiwa keamanan di toko.

Teknologi semacam ini, seperti yang ditawarkan oleh Oxania, memberikan beberapa keunggulan:

  • Pencegahan sejak dini : gestur berisiko dilaporkan sebelum pelanggan mencapai pintu keluar.
  • Lebih sedikit intervensi yang tidak perlu : AI mengurangi alarm palsu dengan berfokus pada gestur yang signifikan, dengan zoom progresif otomatis pada titik yang menjadi perhatian sehingga hal terpenting dapat dilihat sekilas.
  • Pengalaman pelanggan tetap terjaga : teknologi ini bekerja tanpa mengganggu dan tanpa menghambat alur berbelanja.
  • Analitik lanjutan : selain deteksi, fitur seperti penghitungan orang dan heatmap memungkinkan optimalisasi sistem secara berkelanjutan.


Gerbang keamanan dan AI: saling melengkapi untuk perlindungan 360°

Alih-alih memilih antara gerbang keamanan dan AI, jaringan ritel sebaiknya menggabungkan kedua solusi ini. AI berperan sebagai radar gestur berisiko di dalam toko, yang mampu memberi sinyal situasi berisiko secara real-time, sementara gerbang keamanan menjadi lapisan pertahanan terakhir di pintu keluar.

Bersama-sama, keduanya membentuk strategi yang lengkap dan koheren:

  • Di supermarket, AI dapat mendeteksi gestur berisiko di lorong-lorong rak, sementara gerbang keamanan memvalidasi keluarnya pelanggan.
  • Di apotek, AI melindungi area sensitif, terutama produk yang paling sering dicuri di apotek seperti kosmetik dan obat-obatan, di mana gerbang keamanan tidak dapat berbuat apa-apa.
  • Di toko perlengkapan bangunan dan perbaikan rumah, AI menganalisis gestur di lorong-lorong berisi barang bernilai tinggi, sementara gerbang keamanan menyaring barang yang dilengkapi label RFID.


Kesimpulan: menuju keamanan toko yang cerdas dan prediktif

Gerbang keamanan telah terbukti andal, tetapi masa depan keamanan toko bertumpu pada pendekatan yang cerdas, antisipatif, dan saling melengkapi. Integrasi AI memungkinkan jaringan ritel untuk mengurangi kerugian secara signifikan, sekaligus menawarkan pengalaman pelanggan yang lancar dan penuh rasa hormat.

Oxania mendampingi jaringan ritel dalam transisi menuju keamanan yang ditingkatkan, dengan memadukan kekuatan kecerdasan buatan dan sistem yang sudah ada. Sebuah visi yang modern, seimbang, dan efektif untuk menjawab tantangan masa depan.